Selasa, 10 Agustus 2010

KOIN

Aku adalah sebuah benda berbentuk bulat dan pipih. Warnaku emas. Karena aku memang disepuh dengan logam mulia tersebut. Itulah mengapa kadang aku disebut dengan koin emas. Lama sudah aku tinggal di istana raja. Disana aku tinggal berdampingan dengan benda-benda milik kerajaan yang sangat indah. Hampir tiap hari semua benda disana dibersihkan. Diambil dengan hati-hati dan kemudian di lap dengan kain yang sangat lembut. Jika suatu saat kerajaan kedatangan tamu. Pasti kami menjadi bahan tontonan. Senang rasanya. Ah...itu kan dulu.

Hal itu berlalu hingga suatu saat sang raja memberikanku kepada salah satu pegawai kerajaan yang memiliki darma bakti lebih. Di tuan yang baru ini, tempatku tidak seindah di istana raja. Maklumlah, dia hanya pegawai kerajaan. Namun tetap saja disini aku menjadi bahan kebanggan sang pegawai dan keluarganya. Bagaimana tidak, aku adalah sebuah barang yang diberikan secara khusus oleh raja. Dalam upacara resmi pula. Maka, banyak warga yang tahu, sekarang dimana aku berada. Dan dengan berseri-seri, tuanku yang baru selalu saja bercerita kepada semua orang, bahwa dia mendapatkan koin emas dari raja. Setiap pulang bekerja, dia pasti menyempatkan untuk menengok diriku. Memandangku dengan penuh takjub.

Hingga suatu malam hal itu terjadi. Tanpa sepengetahuan tuanku, aku diambil oleh seorang pencuri. Dengan mengendap, dia mengambilku dan beberapa barang lain dirumah tuanku. Malam itu menjadi malam yang sangat panjang bagiku. Karena rupanya si pencuri berupaya untuk pergi sejauh-jauhnya dari negeri dimana aku tinggal. Perjalanan hingga fajar belum juga sampai. Ternyata perjalanan memakan waktu berhari-hari. Hingga sampailah aku di tempat dimana pencuri itu menyimpan semua benda hasil curiannya. Dicampur begitu saja. Namun aku tidak lama berada disini, suatu saat pencuri ini mengambilku. Dibawanya aku ke pasar dan dijual kepada seorang pedagang. Aku berpindah tangan lagi. Di tangan pedagang ini, setiap hari aku berada di tempat yang panas dengan debu yang beterbangan. Pasar.

Setelah beberapa hari aku ditawarkan, tibalah saatnya aku berpindah tangan lagi. Seorang ibu membeliku dengan harga yang pantas. Sampai di rumahnya aku disimpan dalam almari. Gelap dan pengap. Karena aku disimpan di antara baju-bajunya. Entah berapa lama aku disana. Hingga suatu saat rumah itu sangat ramai dan aku tiba-tiba melihat secercah cahaya. Rupanya aku dikeluarkan oleh sang ibu. Aku tidak tahu, untuk apa dikeluarkan. Sesampai di luar, ternyata suasana sangat ramai. Rupanya anak sang ibu menikah hari ini. Dan benar saja, aku bersama beberapa barang-barang lainnya diserahkan kepada anaknya sebagai tanda cinta dari ibu. Lagi-lagi aku berpindah tangan. Namun beruntungnya diriku, di tuanku yang baru ini aku menjadi salah satu benda kesukaan. Ini dibuktikan aku tidak pernah diberikan kepada siapapun. Rupanya aku menjadi benda kenangan bagi keluarga ini.

Entah berapa lama aku berada di kotak perhiasan. Hanya kadangkala saja aku ditengok. Setahun sudah lewat, dua, tiga, empat tahun. Entahlah. Mungkin delapan atau sembilan tahun. Suatu saat kotak itu dibuka. Oleh seorang anak kecil. Olala, rupanya tuan rumahku ini telah memiliki putra, seorang laki-laki mungkin 6 atau 7 tahun. Rupanya anak tuan rumahku ini sangat nakal. Dia mulai menjelajah semua isi rumah tak terkecuali almari dimana aku berada di dalam kotak perhiasan. Tanpa sepengetahuan orang tuanya, semua perhiasan dikeluarkannya dengan cara ditumpah. Dibuatnya mainan. Ketika ditumpah itulah.....aku menggelinding ke sudut dibawah salah satu kursi. Dasar anak-anak.... aku diambilnya dan digelindingkan kesana kemari. Ketika puas bermain... aku dimasukkan ke sakunya dan dibawanya keluar. Diluar dia bertemu teman-temannya dan berlarian kesana kemari... hingga .. ups !!.. aku terjatuh !!! ..

Aku terjatuh berada di dekat selokan. Dan tak berapa lama hujan turun... sangat deras..... hingga aku terbawa arus air hujan masuk ke dalam parit. Byuuur... ! ... aku hanyut karena derasnya arus... entah akan sampai mana dan petualang apa lagi yang akan kutemui di ujung perjalananku ini.

Para pembaca sahabatku,

Kita semua, anda dan saya… bisa jadi adalah sekeping koin emas (setidaknya bisa menjadi sekeping koin emas). Yang indah dan molek. Hanya kemauan keras yang akan menjadikan kita memiliki reputasi baik, nama besar, keberhasilan. Niscaya kita akan ”mengkilap” sebagaimana koin emas. Entah dimanapun tempat kita berada, kilap itu tetap akan mengikuti. Jadikan diri kita baik.. dan biarkan kilap itu muncul... dimanapun anda...saya ... kita semua berada.

Tetap Semangat !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar